Liputan24times — Banjir kembali menggenangi Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (30/1/2026).
Tinggi air dilaporkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan akses mobilitas di lingkungan permukiman.
Pantauan di lokasi menunjukkan air mulai naik sejak pagi hari, dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan saluran air yang tidak mampu menampung debit air. Sejumlah ruas jalan lingkungan tampak terendam, sementara beberapa rumah warga mulai dimasuki air.
Aktivitas Warga Lumpuh, Kendaraan Sulit Melintas
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga di Desa Tanjungsari terganggu. Kendaraan roda dua kesulitan melintas karena genangan cukup dalam, sementara kendaraan roda empat memilih mencari jalur alternatif.
Sebagian warga terpantau berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Anak-anak dan lansia diminta tetap berada di dalam rumah demi keselamatan.
Warga mengeluhkan banjir yang kerap berulang setiap musim hujan. Menurut mereka, persoalan drainase dan sedimentasi saluran air menjadi faktor utama genangan yang tak kunjung teratasi.
“Kalau hujan deras sedikit saja, air cepat naik. Kami berharap ada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sementara,” ujar salah satu warga dikutip dari Instagram Gue Cikarang Jumat (30/1/2026).
Warga di sekitar Cikarang Utara, khususnya yang bermukim di bantaran saluran air, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.




















