Liputan24times — Manchester United harus bersiap menghadapi periode sulit tanpa sosok sentralnya. Bruno Fernandes dipastikan absen cukup lama, dan kondisi ini menjadi ujian nyata bagi para pemain Setan Merah lainnya.
Gelandang asal Portugal itu mengalami cedera hamstring saat MU takluk dari Aston Villa pekan lalu. Cedera tersebut memaksanya menepi setidaknya selama satu bulan hingga kondisinya benar-benar pulih.
Absennya Bruno jelas pukulan telak. Musim ini, ia adalah motor utama permainan MU—mengoleksi lima gol dan tujuh assist, serta selalu tampil sebagai starter dalam 17 pertandingan Liga Inggris. Tak ada pemain lain di skuad MU yang kontribusinya menyamai angka tersebut.
Di tengah badai cedera dan kepergian beberapa pemain ke Piala Afrika 2025, kekhawatiran suporter pun sulit dihindari. Namun, manajer MU Ruben Amorim memilih melihat situasi ini sebagai peluang, bukan sekadar masalah.
Menurut Amorim, kehilangan Bruno bisa menjadi momentum bagi pemain lain untuk naik kelas dan menunjukkan kepemimpinan di lapangan.
“Mustahil menggantikan Bruno sepenuhnya,” ujar Amorim. “Tapi saya bilang ke tim, kami harus mengambil sisi positifnya—kalau memang ada. Ini kesempatan bagi pemain lain untuk mengisi peran tersebut.”
Amorim menegaskan bahwa MU tidak boleh terus bergantung pada satu figur. Ia menyebut beberapa nama senior di tim harus mulai mengambil tanggung jawab lebih besar.
“Bruno adalah segalanya bagi tim ini. Tapi kami butuh pemimpin lain. Pemain seperti Lisandro Martinez, Luke Shaw, dan yang lain harus tampil dan menunjukkan karakter,” lanjutnya.
Menurut Amorim, situasi seperti ini memang jarang terjadi pada Fernandes, namun sepakbola selalu penuh risiko. Karena itu, MU harus siap dengan skenario terburuk—dan menjadikannya batu loncatan, bukan alasan.
Kini, tanpa sang kapten, pertanyaan besarnya bukan hanya soal taktik. Bisakah pemain MU lainnya menjawab tantangan ini dan membuktikan diri? Waktu akan segera memberi jawabannya.




















