Liputan24times — Chelsea sedang tidak baik-baik saja di Liga Inggris. Dari enam pertandingan terakhir, The Blues hanya mampu meraih satu kemenangan. Hasil itu membuat posisi mereka terus melorot di papan klasemen dan memunculkan tanda tanya soal konsistensi tim.
Dalam rentang enam laga tersebut, Chelsea mencatat satu menang, tiga imbang, dan dua kekalahan. Sempat bersaing di papan atas dan mendekati tiga besar, kini klub asal London itu turun ke peringkat kelima klasemen sementara.
Chelsea mengoleksi 29 poin dari 18 pertandingan, tertinggal cukup jauh dari Aston Villa yang bertengger di posisi ketiga. Jarak 10 poin jelas bukan angka kecil, apalagi persaingan musim ini berjalan sangat ketat.
Situasi Chelsea juga belum sepenuhnya aman. Posisi kelima yang mereka tempati masih rawan digeser tim-tim di bawahnya. Manchester United menguntit dengan poin sama, disusul Sunderland, Brentford, Crystal Palace, dan Fulham yang jaraknya hanya terpaut tipis.
Manajer Chelsea, Enzo Maresca, menilai masalah utama timnya bukan pada permainan secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa anak asuhnya mampu mengontrol laga dan menciptakan peluang, namun gagal memaksimalkan kesempatan di depan gawang lawan.
“Kami tidak cukup klinis di sepertiga akhir lapangan. Peluang ada, tapi penyelesaiannya yang kurang maksimal,” ujar Maresca, dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Italia itu juga merasa hasil akhir beberapa laga tidak mencerminkan performa Chelsea di lapangan. Meski demikian, rentetan hasil minor tetap menjadi alarm serius menjelang padatnya jadwal pertandingan.
Chelsea masih menyisakan satu laga penutup tahun 2025 melawan Bournemouth pada 31 Desember. Setelah itu, tantangan berat menanti di Januari 2026 dengan delapan pertandingan yang bisa menentukan arah musim The Blues.




















