banner 728x250

Danantara Dorong BBM Campur Etanol, Upaya Kurangi Impor dan Tingkatkan Energi Domestik

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24times – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menekankan pentingnya pengembangan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin. Langkah ini dianggap strategis untuk menekan impor BBM sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Wiko Migantoro, Senior Director Oil, Gas, dan Petrochemical Danantara, menjelaskan bahwa praktik pencampuran etanol ke bensin sudah banyak diterapkan di berbagai negara.

Example 300x600

“Etanol sudah banyak digunakan di negara lain sebagai pencampur gasoline. Selain mengurangi konsumsi bensin, etanol juga membantu menekan emisi karena bisa diproduksi dari sumber-sumber yang berkelanjutan,” ujar Wiko.

Meski potensinya besar, produksi etanol dalam negeri saat ini masih terbatas, sekitar 400 ribu kiloliter per tahun, seluruhnya berasal dari molases.

Karena itu, pemerintah tengah membangun ekosistem etanol domestik, mulai dari pengembangan bahan baku, pembangunan pabrik, hingga regulasi yang mengatur penggunaan etanol sebagai campuran BBM.

Wiko menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah regulasi, termasuk terkait pembebasan atau penerapan pajak dan cukai atas etanol.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah menargetkan penerapan mandatori bensin campuran etanol (E10) pada 2027. Untuk mempersiapkan implementasi ini, tim khusus akan dikirim ke Brasil untuk mempelajari praktik sukses bioetanol di negara tersebut. Brasil sendiri sudah berhasil menerapkan bioetanol pada level E30 hingga E100 di beberapa wilayah.

“Ini sesuatu yang baru bagi kita. Tim akan belajar dari pakar di Brasil, sekaligus mereka akan datang ke Indonesia. Implementasi E40–E50 di sini akan kami kejar,” jelas Bahlil.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *