Liputan24times — Tanda-tanda penurunan performa Manchester City kian terlihat seiring padatnya jadwal dan kondisi skuad yang belum sepenuhnya pulih. Beberapa pemain inti masih berjuang menemukan ritme terbaik, sementara hasil di lapangan tak lagi sejalan dengan standar tinggi yang selama ini mereka tetapkan.
Rodri menjadi salah satu sorotan utama. Gelandang asal Spanyol itu masih beradaptasi setelah absen panjang selama 18 bulan akibat cedera lutut serius. Pada laga Liga Champions melawan Bodø/Glimt, Rodri tampak belum berada di kondisi ideal dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima dua kartu kuning dalam rentang dua menit.
Itu baru menjadi starter ketiganya sejak kembali bermain, setelah sebelumnya tampil di paruh kedua laga imbang tanpa gol melawan Sunderland. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih membuat peran vital Rodri di lini tengah City belum berjalan maksimal.
Masalah City tak berhenti di situ. Erling Haaland, mesin gol andalan, juga tengah mengalami periode paceklik. Gol terakhirnya dari permainan terbuka tercipta sebulan lalu saat melawan West Ham. Dalam delapan pertandingan terakhir, ia hanya mencetak satu gol, itu pun berasal dari titik penalti saat bermain imbang 1-1 melawan Brighton.
“Saya tidak punya jawabannya. Saya bertanggung jawab penuh karena tidak bisa mencetak gol yang seharusnya,” ujar Haaland dikutip dari The Guardian, Kamis (22/1/2026).
Striker asal Norwegia itu bahkan menyebut kekalahan dari Bodø/Glimt sebagai sesuatu yang “memalukan”. Bersama tiga anggota grup kapten lainnya, Haaland sepakat agar 374 suporter yang hadir di stadion mendapat pengembalian dana tiket senilai £9.357 sebagai bentuk tanggung jawab moral tim.
Di pinggir lapangan, Pep Guardiola tampak kehabisan penjelasan. Bermain dalam suhu di bawah nol derajat di Aspmyra Stadion, ia mencoba berbagai pendekatan taktik, termasuk beralih ke sistem wing-back dengan Phil Foden dan Rayan Aït-Nouri. Namun, perubahan tersebut tidak mampu mengubah arah permainan secara signifikan.
Guardiola mengakui absennya sejumlah pemain penting akibat cedera menjadi faktor besar di balik performa menurun timnya. Minimnya pilihan membuat rotasi terbatas dan kualitas permainan sulit dijaga secara konsisten.
Phil Foden pun belum menunjukkan versi terbaiknya. Meski telah mencetak 10 gol dan empat assist dari 30 penampilan musim ini, kontribusinya menurun dalam beberapa pekan terakhir. Ia terakhir mencetak gol lima setengah minggu lalu dan terakhir mencatat assist delapan hari sebelumnya. Penurunan performa Foden menambah daftar masalah yang harus segera diatasi City.
Guardiola berharap situasi ini hanyalah fase penurunan sementara di tengah musim dingin, bukan gejala masalah yang lebih mendasar. Namun, tekanan akan terus meningkat jika hasil positif tak segera kembali.
Di tengah kabar kurang menggembirakan, City mendapat sedikit angin segar dengan kedatangan Marc Guéhi. Bek tengah Inggris berusia 25 tahun itu direkrut dari Crystal Palace dengan nilai sekitar £20 juta. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat lini belakang yang rapuh akibat cedera Josko Gvardiol dan Rúben Dias.
Guéhi diproyeksikan membentuk duet solid bersama Abdukodir Khusanov, sekaligus memberi stabilitas yang sangat dibutuhkan City untuk keluar dari periode sulit ini dan kembali bersaing di jalur juara.




















