Liputan24times — PT PLN (Persero) menargetkan pemulihan jaringan listrik di Aceh selesai dalam dua hari setelah 12 tower transmisi tegangan tinggi roboh akibat cuaca ekstrem.
Gangguan ini sempat memutus pasokan dari Pangkalan Susu-Arun hingga Arun-Banda Aceh.
Direktur Proyek PLN, Suroso Isnandar, menjelaskan pihaknya membangun tower sementara dengan bantuan helikopter dan TNI AU untuk mengirim material karena akses jalan dan jembatan masih terputus. Targetnya, tower darurat ini akan berdiri dalam dua hari ke depan, sehingga pasokan listrik pulih kembali.
Selain Aceh, jaringan listrik di Sibolga, Sumatra Utara, juga terdampak akibat banjir bandang dan longsor. Penanganan darurat difokuskan pada pencarian korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, dan pemulihan akses wilayah terisolir.
Data terbaru BNPB mencatat jumlah korban tewas mencapai 536 jiwa, korban hilang 504 jiwa, dan korban luka 2.600 jiwa. Sebanyak 1,4 juta jiwa terdampak bencana, dengan 562.100 jiwa mengungsi. Infrastruktur yang rusak meliputi ribuan rumah, sekolah, dan ratusan jembatan.
PLN dan seluruh stakeholder terus berupaya agar listrik kembali normal, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menerima pasokan energi dan pelayanan dasar kembali berjalan.




















